[1b] Ya Tuhan, semoga kami tidak menemukan
rintangan. Inilah disebut Usada Babugbugan. Sarana untuk menghidupkan
rasa adalah air diberi mantra "Ong Ah, Ung
Ang Ah" (dinamakan aksara modre. Aksara modre merupakan
bentuk aksara dengan rumusan-rumusan atau formula-formula khusus
yang secara harafiah tidak memiliki arti, tetapi diyakini memiliki
kekuatan magis, yang dapat dipakai menyembuhkan pasien atau sebaliknya
dapat dipakai menyakiti orang lain). Sarana obat untuk penyakit
cacar, terdiri atas air diberi mantra "Ong
Ang Ung Mang Mang Mêh, Awreyah". Sarana untuk penawar
penyakit adalah air diberi mantra "Ang Asweryêr".
Sarana untuk pematuh terdiri atas air diberi mantra "Asweryuh,
Ong masaý" (aksara modre). Sarana penempur segala
penyakit terdiri atas air diberi mantra "Ong
tayà I yà. Ong tayà A I, yata A I Ong" (aksara
modre). Sarana penawar penyakit batuk, mata mengeluarkan darah dan
nanah terdiri atas air ditaruh di dalam sibuh (tempurung kelapa
kecil), diisi bunga kamboja, diberi mantra "Ong
Ai Ih, Ong Ih A Ah", lalu air itu diminum. Sarana obat
penyakit mata, terasa sakit seperti menusuk-nusuk, terdiri atas
air ditaruh dalam sibuh, berisi bunga
waribang, diberi mantra
[2a] "Ong Ang
Ah, Ong Ah Ang". Sarana untuk peruwatan terdiri atas
air diberi mantra "Ong Ang Ah, Ah Ang Ong".
Sarana obat penyakit filek disertai dan panas badan terdiri atas
air diberi mantra "Ong A AH, Ih Ah Ong".
Atau juga boleh menggunakan sarana apa saja untuk menyembuhkan segala
jenis penyakit, diberi mantra "Ong Ang Ah, Ong Ah Ang".
Sarana obat penyakit perut terdiri atas air diberi mantra "A
A A, Ah Ah Ah, Ah A, A, A". Sarana penawar segala jenis
penyakit terdiri atas air ditaruh dalam sibuh berisi bunga merah,
diberi mantra "Ong Ih Eh Ah Ung Oh Ah, Ong
Ih Ong Ih Ung". Sarana untuk penawar panas badan terdiri
atas air diisi bunga merah, diberi mantra "Ong
Eh Ang, Eh Ong Ang, Ong Ang Eh, ngryaý madhisêng". Sarana
obat untuk segala jenis penyakit, terdiri atas air diberi mantra.
Ketika merapalkan mantra, dukun wajib mendampingi sesajen terdiri
atas sesajen sagi-sagi, uang 7, beras 7 genggam, sirih 3 lembar.
Mantranya adalah "Ung Ang Ang Ung Ah Ang". Sarana obat
lesu terdiri atas air. Ketika merapalkan mantra, janganlah bernafas
(nafas ditahan). Mantranya adalah "Ong
[2b] Ang Ah".
Sarana obat sakit terasa seperti menusuk-nusuk, terdiri atas air
diberi mantra "Ong Mang Ah, Ong Ah Mang".
Sarana obat untuk sakit perut, terdiri atas buah pinang diberi tulisan
gaib A diberi mantra A.
Lalu buah pinang itu dimakan oleh pasien. Sarana untuk menghidupkan
tenaga terdiri atas air, dipercikkan di atas ubun-ubun pasien, diberi
mantra "Ong Ah, Ah Ong". Sarana
untuk pembangkit darah terdiri atas air diberi mantra "Ong
Ah Ang, Ang Ah Ung". Cara untuk menaklukkan guna-guna,
seperti desti, dengen, dan babai boleh menggunakan sarana apa saja,
diberi mantra "úaúaúàs, úaúa sangsayà".
Sarana untuk memproteksi rumah dari berbagai pengaruh jahat, terdiri
atas segenggam nasi ditaruh di halaman rumah, diberi mantra "Apah
pasa A". Sarana untuk penawar segala jenis penyakit
terdiri atas air diberi mantra "A Ang, A
Ang". Mantra untuk menambah kekuatan doa adalah "Ong
Ang Ah, Ong Ah Ang". Sarana penawar untuk penyakit akibat
terserang racun hewan/binatang, terdiri atas air diberi mantra "Ah
Ih Ih A". Sarana untuk penakut lawan terdiri atas tanda
tambah diberi mantra "Ong Ong Ong".
Adapun yang dimaksud adalah
[3a] letak tempat sucinya di dalam tubuh,
yaitu Ong berada di tengah lidah sebagai tempat Bhatari Durga, Ong
di pangkal lidah, dan Ong di ujung lidah. Mantranya adalah "Mryuh,
Ang Ah A". Ada lagi mantra yang lain yaitu "Ah
Ah Ang, A Ang Ah, mryuh". Sarana untuk mengusir roh-roh
jahat seperti Kala, Bhuta, Dengen terdiri atas air diberi mantra
"Ang Ung Mang, Ung Mang Ang".
Sarana untuk melepaskan panas di dalam tubuh, terdiri atas air diberi
mantra "Uh Ah Aih Ih"; atau
dengan mantra "Ah Ih Uh Aih mryuh".
Sarana untuk mengikat panas di dalam tubuh terdiri atas air diberi
mantra "Ing Ung mang Ang Ong, Ong Ung Mang
Ang Ing". Sarana untuk peruwatan terdiri atas air diberi
mantra "Ariyuah, Ong Ang Ung Ing Yang".
Sarana untuk penawar racun hewan/binatang terdiri atas air diberi
mantra "Ong Ang A, Ang A Ong".
Sarana untuk pengampuh obat supaya obat itu menjadi ampuh,
[3b] terdiri atas air diberi mantra "Mriyuêm,
Ung Ang Ong Mang Mêng". Sarana untuk penawar guna-guna
Bali, guna-guna Sasak, guna-guna Jawa terdiri atas air ditaruh di
atas ubun-ubun pasien. Peruwatan terhadap pasien dilakukan di Pura
Dalem. Mantra peruwatannya adalah "Driyeryuh,
Ariyeryuh, Ah Jêng, Ong Ang Ung Mang O E Ah Ih". Sarana
untuk mengasapi pasien terdiri atas dupa, kemenyan diberi mantra
"Aêh Ah E Ang, Ing Ah, Ung Ong Bêng".
Sarana untuk panyarang daging terdiri atas air diberi mantra "Ong
Ah Ang". Sarana untuk menyimpan daging, terdiri atas
air diberi mantra "Ong Ang Ah, Ung Ah Ang,
Ong Ang Ung Mang Sêng Yang Yöng". Sarana obat untuk
penyakit infeksi terdiri atas air diberi mantra "Ong
Mang Ah, Ong Ah A". Sarana obat untuk bayi sering menangis
terdiri atas air diberi mantra "Ong Mang
I, Ong Ang A". Sarana obat untuk bayi semasih dalam
kandungan terdiri atas air diberi mantra "Ung
Ang Ah". Sarana obat untuk bayi dalam kandungan yang
kekurangan air ketuban, terdiri atas air diberi mantra "Ung
Ang Ah,
[4a] Ong Ah Ih".
Sarana untuk penyakit berbahaya atau terserang guna-guna terdiri
atas air diberi mantra "Ong Ang Ung Mang
Ong Ang Ing, Ong A E, Mryuêm". Sarana obat untuk bayi
tidak bisa kencing terdiri atas air diberi mantra "Ong
Aê Sê, Ong Ang Yang". Sarana untuk penawar sakit perut
dan tidak bisa kencing, terdiri atas air diberi mantra "Ong
Mang Ang, Ong Ah Ang, Ong Ang Ing". Sarana untuk penyelamat
ibu yang sedang melahirkan, terdiri atas air diberi mantra "Uh
Aoh Aih Aeh A Ah". Sarana untuk menolong kelahiran bayi
terdiri atas air diberi mantra "Ong Ang
Ing, Ong Ah Ing". Sarana untuk meruwat bayi yang diserang
roh jahat si Bajangan, terdiri atas air diberi mantra "I
I Ing, U U Ung, A A Ang, Mriyuêm". Sarana peruwatan
bayi setelah berumur tiga bulan, terdiri atas air diberi mantra
"Ong A Ih, Ing Mang Ong". Sarana
peruwatan bayi terdiri atas air diberi mantra "Ang
Ung Mang Ong Ong, Ong Ang Ung sêyêng". Sarana penawar
untuk bayi sering menangis terdiri atas air diberi mantra "Ong
Mang I, Ong
[4b] aêyêng".
Inilah sarana obat untuk penyakit berbahaya terdiri atas air diberi
mantra "Ong Ang Ung Mang Ah Ang, Ung Ang
Mang". Sarana obat untuk penyakit tuju (reumatik), terdiri
atas air diberi mantra "Oh Ah Ih Ang, Ong
Ong Ang Ung Mang Gang". Sarana peruwatan terdiri atas
air suci, bunga putih 5 butir, air liur, uang 1700, lengkap dengan
sesajen. Mantranya adalah "Ong pungusyaki
sang dewà, iðêp aku anglukat bhaþari dùrggà, apan bhaþara guru sumusup
ring awak sarirantà, anglukat bha¨tarì dùrggà, kasmala tka gêsêng,
gêsêng, gêsêng, gêsêng, tkà ngayàng, ngayang, ngayang, Ong Ang sêng,
tka atas, Ang, Ong tuhun dadi yeh, mnek dadi angin, tkà mukûah,
tkà mêntêr, apanàku dewa anglukat bhaþari dùrggà, muwah mbanirà,
ingaran i kàli kalikà, mulih maring akaûà, Ang Ung Mang Ang úring
sanghyang sandewà bhaþara wiûóu (Ya yang merasuki dewa, aku akan
membersihkan dewi Durga, karena Bhatara Guru merasuki badanmu, datanglah
dan musnah)
[5a] anglukatan bhaþarì
dùrggà, mulih maring úarirà, tkà lêpas, lêpas, lêpas, larà ring
úarirà, Ong Mriyuh". Sarana obat untuk bayi terserang
penyakit migrin, atau dinamakan kasuban, menangis, menggeliat-geliat,
terdiri atas sudamala, tutup buah pinang, tutup buah kelapa, inti
bawang merah, dilumatkan, diberi mantra "Ong
Ba E angrebut dumadi, angrebut atma kabeh, sapulung sapulung tungkat,
Ong wruh marupa tungkal, tka patuh ringkup, asih, asih, asih".
Ada lagi sarana obat untuk bayi menggeliat-geliat kesakitan, terdiri
atas daun sirih tua, biji jambu air putih, alang-alang, bawang putih,
jangu, tetapi jangan sampai mengotori bayi itu. Besok sorenya dibuatkan
air hangat diisi ramuan bangle dan air cendana, diberi mantra "Ong
bajra wiset swaha". Sarana obat sakit perut mendadak
terdiri atas air diberi mantra "Mang Ung
ngriyung". Sarana obat untuk penyakit kangsuban (migrin),
[5b] terdiri atas air diisi bunga meduri
putih dan daun wani, ditaruh dalam sibuh, untuk memercikki pasien.
Mantranya adalah "Ong idêp aku sanghyang
kamalatantra, mêtu ring kundi manik, jêg tumurun ring lêmah, putih
pamatuhang sakwehing dusta durjana, anyatur bhuwana, patuh tka patuh,
patuh, patuh" (Ya aku sanghyang Kamalantra keluar pada
kendi manik, turun ke bumi memutihkan segala angkara murka di empat
penjuru dunia, datanglah dan tunduk). Sarana untuk mencabut penyakit
blagodo (sejenis migrin, vertigo), terdiri atas air tawar ditaruh
dalam periuk baru, diisi samsam (irisan daun temen dan kembang),
beras kuning, bunga putih, dan uang sesajen 1700. Mantranya adalah
"Ong Mang Ah". Sarana untuk
melepaskan panas dalam tubuh terdiri atas air diberi mantra "Ang
Gang Gang Gang, dadi yeh, dadi api, tka lelo lelontok".
Sarana untuk membakar (memusnahkan) segala jenis penyakit terdiri
atas air diberi mantra "Ong Ang kalagni,
ludra ya namah". Mantra untuk memulai membuat ramuan
obat adalah "Ong Ang Ung mang Ang, Ong Mang
Ung Hang Gang Ang, Ong Hang Ung A". Sarana penawar penyakit
panas-dingin terdiri atas air
[6a] diberi mantra "Ong
Mang Ang, Ong Mang Hang Ong Ih Ah, Ung mang Ih Ang".
sarana untuk penawar panas terdiri atas air diberi mantra "Ong
taya Ah Ih, Ong taya Hing". Sarana obat penyakit mata
terdiri atas air diberi mantra "Ong taya
Ah Ih". Sarana obat sakit kepala terdiri atas air diberi
mantra "Ong Mang Ah, Ah Mang Ung".
Sarana obat panas terdiri atas air diberi mantra "Ong
Ang Ung Mang Ing, Ong Ang Ung Mang A". Sarana penawar
tubuh hangat terdiri atas air diberi mantra "Ong
Ing Tang Ang, Ih Ong Ang". Sarana obat sakit ngêd terdiri
atas air diberi mantra "Ong Ih Ang, Ang
Ong Ih". Sarana obat sakit bêngang terdiri atas air
diberi mantra "Ong Mang Ong, Ong Ong".
Sarana obat sakit jampi terdiri atas air diberi mantra "Ong
Ih Ah, Ih Ah Ong". Sarana obat untuk sakit panas gelisah,
terdiri atas air diberi mantra "Ong Ing
Hang Gang Ung Mang Ang, Ang Ong Ing Hang Gang Ung Mang".
Sarana obat mencret terdiri atas air diberi mantra "Ong
Mang Ah,
[6b] Ang Ong Mang".
Sarana obat sakit panas-dingin (dumalada lanus) terdiri atas air
diberi mantra "Ang Ang Ah Mang, Ah Ang Ong
Ung". Sarana yang digunakan untuk memandikan pasien
menderita sakit panas diberi gambar dan tulisan gaib Ayang, dan
diberi mantra "Ayang". Sarana
obat sakit dingin, terdiri atas air diberi mantra "Ong,
Ang, Ong Ang Ung, Ang Ong". Sarana obat sakit kepala
dan pusing-pusing terdiri atas air diberi mantra "Ong
Mang Ing, Ong Ing Mang". Sarana obat untuk sakit pamali
(sakit perut melilit), terdiri atas air diberi mantra "Ong
Ing mang Ang, Ing Mang Ang Ong". Sarana obat bengkak,
terdiri atas air diberi mantra "Ong mang
Ung Ing, Ang Ung Mang". Sarana penawar sakit sariawan
terdiri atas air diberi mantra "Oh Uh A
I, Eh A Ing Oh". Ada lagi sarana untuk penyakit sariawan
terdiri atas air diberi mantra "Ong Ang
Mang Ung Ing Mang, Ing Mang Ong Ang Mang Ung, Ong Ma Mang".
Sarana untuk penenang tenaga (aliran nafas), terdiri atas air diberi
mantra "Ung Mang Ing, Mang Ing Ung". Sarana untuk memulai
pengobatan terdiri atas air diberi mantra "Ong
A Ang, Ing Ong Tayaha". Inilah sarana penawar penyakit
panas
[7a] dan cacar, terdiri atas air diberi
mantra "Ong A I Taya, Ong taya hiya".
Inilah sarana penguat tenaga terdiri atas benang tridatu (merah,
putih, hitam), dipakai gelang tangan, dililitkan tiga kali di tangan
kanan disertai dengan sesajen canang daksina, uang 1700. Mantranya
adalah "Ong suksma parahyang, para dewa
suksma kuta, suksma paribhuta, hilang ywawaka, aweh urip, aweh urip,
ring awak sarirane syanu, tka pagêh, pagêh, pagêh".
Sarana untuk keselamatan jiwa terdiri atas air diberi mantra "Mang
Ung Ong Ang". Sarana untuk peruwatan terdiri atas air
diberi mantra "Mryuh O Ang A A Ang Ung Ah
pet". Sarana obat untuk segala jenis penyakit akibat
serangan racun hewan/binatang, terdiri atas air diberi mantra "Ong
Ak Ik Ung Ak Ek".
[7b] Inilah dinamakan ajian Sastra lingga
kuta, boleh menggunakan sarana apa saja. Kedudukan aksara sucinya
sebagai berikut .............Ong............Ang..........
Wa Ung Sang Ang Mang Ung............E............Mang............Ong..Inilah
sarana peleburan segala jenis bencana yang menimpa diri kita, terdiri
atas air bersih, bunga-bunga yang harum, diberi mantra "Ong
Indraku suksma nama swaha". Inilah gambar formulasi
aksara sucinya.............Ong I............
A....Ka....Lyu....Yang....Ang....Mang....Ong........Ah
[8a] Inilah mantra pembukaan ketika dukun
mulai melakukan pengobatan, yang konon dilakukan oleh banyak dukun,
inilah sarana dan mantra yang dipakai, yakni terdiri atas air ditaruh
di dalam sibuh hitam. Inilah mantra/aksara sucinya (lihat pada lembaran
teks lontar di atas). Inilah penjelasan tempat keempat dewa yang
merasuk menjadi satu, yaitu dinamakan Windu Nur. Windu Nur itu merupakan
tempat masuknya keempat dewa, lintas keluar-masuk dewa di makrokosmos
dan mikrokosmos. Gambarnya adalah sebagai berikut (lihat gambar
pada teks lontar).
[8b] Inilah ajian Sastra Wyanjana, atau
juga dinamakan Kaputusan Siwagriguh, ajian tersebut harus dipahami
dan bagaimana cara penggunaannya. Demikian pula makna sastra pantên,
segala macam makuta, termasuk suaranya, penanda bunyinya, dan jangan
sampai salah paham dalam menggunakan aksara suci ini, sebab sangat
berbahaya, serta bisa tertimpa kutukan. "Ong
saraswati abrasolah, pasastra nama swaha. Ha na ca ra ka da ta sa
wa la ma ga ba nga pa ja ya nya... (lihat
teks lontar) aksa, windu sunya".
Inilah ajian untuk memusnahkan mendung. Caranya adalah berkonsentrasi
sambil menunjuk matahari. Mantranya adalah "Ong
murub ikang surya, gêsêng ikang megha, dadi angin".
Inilah dinamakan gambar dasabayu ... (lihat
teks lontar)
[9a] Inilah formasi sepuluh aksara suci
di dalam kastuban ... (lihat teks lontar) .
Adapun letak aksara suci di dalam tubuh, yaitu aksara ha berada
di angan; aksara na berada di hati; aksara ca berada di pangkal
lidah; aksara ra berada di alis; aksara ka berada di telinga; aksara
da berada di dada; aksara ta berada di mata; aksara sa berada di
putih mata; aksara wa berada di pinggang; aksara la berada di bibir;
aksara ma berada di muka; aksara ga berada di leher; aksara ba berada
di bahu; aksara nga berada di hidung; aksara pa berada di kaki;
aksara ja berada di tangan; aksara ya berada di suara; aksara nya
berada di asmara; windu berada di empedu; surang berada di ...,
guwung kra berada di ..., suku kêmbung berada di ..., cêcêk berada
di ruas-ruas tubuh.
[9b] Ingatlah dengan baik cara membunyikan
aksara ini, batas-batasnya, tempat di dalam tubuh, di dalam Usada,
di dalam Tutur, di dalam Gata, di dalam Ngadi, di dalam Pranawa,
semua sastra cacahan ... Hang Hang Hang. Hram
Hram Hram. Hrêm Hrêm Hrêm. Hung Hung Hung. Heng Heng Heng (dinamakan
aksara modre. Aksara modre merupakan bentuk aksara dengan rumusan-rumusan
atau formula-formula khusus yang secara harafiah tidak memiliki
arti, tetapi diyakini memiliki kekuatan magis, yang dapat dipakai
menyembuhkan pasien atau sebaliknya dapat dipakai menyakiti orang
lain)
[10a] Hàng Hàng Hàng.Ing
Ing Ing. Hong Hong Hong. Hêp Hêp Hêp. Rang Rang Rang. Wrum. Hrang.
Hrê, Wreyu. Mrang. Sroh. (Aksara modre yang telah dikombinasikan
dengan gambar-gambar khusus, yang dinamakan rerajahan. Ada bermacam-macam
bentuk rerajahan. Dalam dunia mistik Bali, rerajahan merupakan sarana
pembangkit kekuatan magis)
[10b] Hrêm. Wrueh.
Trungm. Hrêm. Hi Hi Hi. Hêp, Hêp, Hêp. Hêngp Hangp Hangp. Har Har
Har. Hun Hun Hun. (Aksara modre yang telah dikombinasikan dengan
gambar-gambar khusus, yang dinamakan rerajahan. Ada bermacam-macam
bentuk rerajahan. Dalam dunia mistik Bali, rerajahan merupakan sarana
pembangkit kekuatan magis)
[11a] Hang. Homêm.
Hêm. Heng Re Re Re. Hang. Ha Air Ru Ru Ru. Hong. Hung
[11b] Ngyeng Ngu Ngu
Ngung. He Yo Ro Ro. Ha Na Na Nak. Tang Ing Ang Yang Ong.
Inilah dinamakan úàstra sulur: Ong Ma A Yang
Ra Ka Tà Ong La úà Ma A Sa Wa Ong úi I Ba Ang Wa Na Ung Yang Mang.
[12a] úa Ba Ta Ha
I Na Ma úi Wa Ya Ong. Ong Sa Ba Ta A I Na Ma úi Wa Yang. Hang Long
Hing Hong Yang Wong. Ong Yang Ha Yang Hi Yang Ta Yang. Ong Yang
Tang Yang I Yang Ha Yang. Hra Hri Sra Kra Tra.
[12b] Yrong Sra Bra
Tra Hra Hri Nra Mra úri Wra Yra. Sra Bra Tra Hra Hri. Nra Mra Sri
Wra Yrang. Inilah dinamakan úàstra sulur tryakûarà, pangekà. ..
[13a] Hrêm Mêm. Mêm
Mrêm. Hràng. Hrêng Ngêng. Ngêng Ngêng. Hungung Ngung Ngur. Am. Hom
Mom. Mom Mom. Hang. Hêng Ngêng Ngêng Ngêng.
[13b] Hên Nên Nên
Nên. Hong Wer Re Re Re. Hung Hu Hu Hung (aksara modre). Itulah
pemisahan wióðu di luar, Ong
merupakan perwujudan Wióðu Nang, perpecahan
Wióðu, sebagai pertemuan rwabhineddà
(dua hal yang dibedakan).
[14a] Um Mum. Mum Mum.
Huwong Ngêng Ngêng Ngêng. Hrang Hrah [End] |